Sabtu, 30 Agustus 2014

Puisi Cinta 2



Alasanku Mencintaimu


Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti

Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami

Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari

Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih

Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini

Hingga kelak kujadikan seorang istri
Aku Cinta Padamu
Jika malam semakin kelam,,,
hati ini tertikam kehidupan,,
jika usai bayang mu mengusik kalbu ,,,
maka tidak salah bukan,,,
jika kubisikan perlahan bahwa,,,,
Aku Cinta Padamu,,,,
 

Dia
Dia…
Dia lembut seperti kapas
Dia indah bagaikan malaikat bersayap yang turun dari langit
Dia anugerah terindah yang ada di hidupku

Wajahnya meneduhkan jiwaku yang rapuh
Tutur katanya menenangkan hatiku yang bimbang
Senyumnya menghiasai hari – hariku
Dan canda tawanya menghangatkan suasana di hidupku

Aku mencintainya…
Aku menyayanginya…
Aku mengasihinya….
Sepanjang hidupku….

Karenanya aku bisa mengenal cinta
Karenanya aku mengerti artinya hidup
Dan karenanya pula aku dapat merasakan indahnya hidup
Terima kasih Tuhan…

Kau telah kirimkan dia untukku
Walau aku tak memilikinya
Aku bahagia telah mengenalnya
Aku dan Bintang
Aku mencintaimu,
seperti malam mencintai bintang.

Tanpa bintang,

malam hanyalah gelap.
Tanpamu,
tiada aku sempurna

Ungkapan Hati

Hanya jika mataku terbuka,
Ku khan bangun dari tidurku…
Namun hadirmu sayang,
buatku selalu terjaga…
Indah…
Tak dapat kuungkapk dengan kata,
Saat kau sambut aku dengan senyummu… manjamu… ceriamu…
Entah tlah berapa kali ku jatuh cinta padamu…

Untukmu Mutiara Hatiku

tersenyumlah…
indah…seperti senyum dulu pernah aku puja
janganlah bersedih aku takkan mengusik
aku hanya menikmati indahmu
dari jarak yang terbatas
begitu dekat namun tak tersentuh
layaknya bayangan diri dalam cermin

Waktu Diantara Kita

Mungkin bibir ini
terlalu cepat mengucap cinta
namun adakah kesalahan
telah mengutuk diriku ?
waktu diantara kita
bukan aturan yang mengukur
tentang kewajaran akan cinta
bila benar hati adalah kunci
dalam buah pemikiran
izinkan aku sejenak merenung
tentang rasa yang ada dalam diriku
Gadis Suci
kain suci menutupi auratmu….
kebaikan menjadi perinsipmu. dan…
senyum senantiasa menghiasi bibirmu.
gadis suci itulah julukanmu.

gadis berjilbab itulah panggilanmu

yang kan terus terukir dalam hatiku….

oh malaikatku…..

kau sungguh makhluk terindah dalam bumi
yang mampu menerangi hatiku yang gelap

oh malaikatku…..

kau telah merasuki relung hatiku……
dengan kecantikan hatimu

oh malaikatku…..

ku terpana padamu….
sejak pertama ku memandangmu.
Cinta Tanpa Rencana
Saat aku ada di dekatmu
Rasa nyaman hinggap di benakku
Saat aku sendiri dan butuh teman berbagi
Sosok dirimu yang kucari

Pertamanya ku tak menyangka

Ku anggap dirimu hanya teman saja
Kupikir rasa ini hanya sekedar kekaguman sosokmu semata
Ternyata semua ini adalah cinta

Terbersit gundah saat kusadari

Bahwa semua rasa ini tak biasa
Ingin kumenyatakannya
Namun kutakut merusak rasa yang sudah terbiasa ada
Bukan di diriku… Tapi di dirimu…
Aku Memilihmu
Aku memilihmu…
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman

Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia

Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar